Daftar Berita

Perubahan Jadwal Rangkaian Kegiatan Bhumandala Award 2022

Berdasarkan Surat Kepala BIG Nomor B-9.1/KA-BIG/IIG.02.02/8/2022 tentang Pelaporan Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial dengan ini kami sampaikan perubahan jadwal kegiatan tersebut sebagai berikut:

NO

KEGIATAN

TANGGAL

1

Penyebarluasan dokumen Pelaporan Kinerja Simpul Jaringan

Agustus 2022

2

Pengisian Pelaporan Kinerja Simpul Jaringan melalui aplikasi Simojang

Agustus – 14 Oktober 2022

3

Periode Penilaian Tahap I

Minggu III Oktober 2022

4

Rapat Pleno I Penilaian Operasionalisasi Simpul Jaringan

Minggu III Oktober 2022

5

Verifikasi Presentasi Luring atau Video Conference Daring (Hybrid)

Minggu I November 2022

6

Rapat Pleno II Penilaian Simpul Jaringan - Penetapan Simpul Jaringan terbaik

Minggu I November 2022

7

Event malam penganugerahan Bhumandala

Minggu IV November 2022

Untuk pengisian pelaporan kinerja simpul jaringan hanya bisa dilakukan melalui aplikasi simojang (https://simojang.big.go.id) dengan panduan pengisian terlampir. Untuk keterangan lebih lanjut terkait pengisian pelaporan kinerja simpul jaringan dapat menghubungi sekretariat yang ada di Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial, BIG dengan narahubung Sdr. Dimas Bagus Septianto (0813 5954 4944) atau Sdr. Wisnu Pribadi (0822 8888 2489). 

Demikian perubahan jadwal ini kami sampaikan untuk diketahui, atas perhatian dan kerja samanya kami ucapkan terima kasih.

super_admin pada 26 September 2022
Bhumandala Award 2022

Menindaklanjuti Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 2014 Tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional serta Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2019 Tentang Satu Data Indonesia bersama ini disampaikan hal-hal sebegai berikut:

  1. Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN) adalah suatu sistem penyelenggaraan informasi geospasial (IG) secara bersama, tertib, terukur, terintegrasi dan berkesinambungan serta berdayaguna. Setiap Simpul Jaringan baik Kementerian/Lembaga, TNI, Polri maupun Pemerintah Daerah (Provinsi dan Kabupaten/Kota) diwajibkan mengimplementasikan 5 elemen pembangunan infrastruktur informasi geospasial yang terdiri dari Kebijakan, Kelembagaan, Standar, Sumberdaya Manusia, dan Teknologi.
  2. Dalam rangka pelaksanaan amanah Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 2014 Badan Informasi Geospasial (BIG) sebagai Penghubung Simpul Jaringan melakukan pemantauan dan evaluasi Jaringan IG Nasional serta mendorong aktif dan operasionalnya simpul jaringan di Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah,
  3. Sebagai Pembina Data Geospasial didalam Peraturan Presiden Nomor 39 tahun 2019 BIG mempunyai tugas untuk melakukan pembinaan dalam penyelenggaraan Satu Data Indonesia, khususnya untuk Data Geospasial

Sehubungan dengan hal tersebut di atas dipandang perlu untuk dilakukan pemantauan dan evaluasi terhadap Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial secara berkesinambungan. Hal ini merupakan upaya untuk mendorong Kementerian/Lembaga maupun Pemerintah Daerah mengembangkan simpul jaringan untuk mewujudkan tersedianya data dan informasi geospasial yang handal, mutakhir, valid, dan dapat dipertanggungjawabkan serta mudah diakses.

Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Simpul Jaringan Informasi Geospasial Tahun 2022 dilakukan melalui pengisian lembar laporan secara online (e-Reporting) yang dapat diakses melalui alamat https://simojang.big.go.id secara mandiri. Pengisian laporan dilakukan selambat- lambatnya tanggal 30 September 2022.

Sebagai bentuk apresiasi, kami akan memberikan penghargaan Simpul Jaringan dengan Kinerja terbaik di masing-masing kategori (Kementerian/Lembaga, Provinsi, Kabupaten dan Kota) dalam ajang Penganugrahan Penghargaan Simpul Jaringan Terbaik (Bhumandala Award 2022} yang kami rencanakan akan dilaksanakan pada bulan November 2022.

Untuk keterangan lebih lanjut terkait pengisian lembar pemantauan dan evaluasi dapat menghubungi Sekretariat yang ada di Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial, BIG dengan narahubung Sdr. Dimas Bagus Septianto (0813 5954 4944) atau Sdr. Wisnu Pribadi (0822 8888 2489).

super_admin pada 23 September 2022
BIG dan UPR Bersinergi Bangun PPIDS

Palangka Raya, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) dan Universitas Palangka Raya (UPR) menandatangani perjanjian kerja sama membentuk Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial Universitas Palangka Raya (PPIDS UPR) pada Kamis, 21 Juli 2022.

Perjanjian kerja sama pembentukan PPIDS UPR ditandatangani Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial BIG Sumaryono dan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UPR Aswin Usup. Penandatanganan disaksikan oleh Kepala BIG Muh Aris Marfai dan Rektor UPR Andrie Elia Embang.

Dalam sambutannya, Aris menjelaskan beberapa tantangan yang dihadapi oleh BIG, seperti jumlah simpul jaringan yang sangat banyak serta tersebar di seluruh instansi pusat dan pemerintah daerah. Tantangan lain yang juga dihadapi oleh BIG adalah jumlah sumber daya manusia untuk mengelola simpul jaringan tersebut.

“Pembentukan Pusat Pengembangan Infrastruktur Informasi Geospasial (PPIIG) atau Pusat Pengembangan Infrastruktur Data Spasial (PPIDS) UPR dengan BIG diharapkan dapat berkontribusi dalam percepatan upaya pengembangan simpul jaringan di wilayah Kalimantan Tengah, baik di tingkat Provinsi, maupun Kabupaten atau Kota,” jelas Aris.

Penandatanganan perjanjian kerja sama BIG dan UPR dilanjutkan dengan kuliah umum oleh Kepala BIG yang bertemakan “Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Penataan Ruang Wilayah yang Optimal”. (Arawinda Nur Salsabyla/MAD)

super_admin pada 23 September 2022
BIG Gelar Bimtek Pemanfatan Data dan IGD untuk Perencanaan Pembangunan

Medan, Berita Geospasial – Badan Informasi Geospasial (BIG) mengelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial Dasar untuk Perencanaan Pembangunan di Medan, Sumatra Utara. Kegiatan yang menghadirkan Edwar Darmansyah Pohan dari Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya, dan Tata Ruang Pemprov Sumatera Utara sebagai salah satu narasumber ini dilaksanakan pada 13-15 September 2022.

“Beberapa kendala dan permasalahan yang dihadapi daerah terkait penyediaan Informasi Geospasial (IG), di antaranya ketersedian data dan informasi yang terbatas, kekurangan metodologi analisis spasial, ketidakmampuan daerah, serta kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang terbatas,” tutur Edward.

Melalui kegiatan bimtek yang diadakan BIG ini, lanjut Edward, diharapkan dapat mengembangkan dan memberikan informasi untuk mengatasi kendala yang ada. Peserta bimtek mendapatkan penjelasan terkait data dan IG yang ada di BIG serta cara mengakses dan memanfaatkannya untuk perencanaan pembangunan.

Selain itu, peserta bimtek juga mendapatkan tutorial menyusun peta kemiringan lereng dari data Digital Elevation Model Nasional (DEMNas), menyusun neraca penutup lahan, integrasi data spasial statistik, serta pemetaan jangkauan layanan fasilitas umum dan fasilitas sosial menggunakan data RBI.

Pelaksanaan pembinaan ini diharapkan dapat meningkatnya pemahaman dan kemampuan pengguna IG dalam memanfaatkan IG Dasar yang dihasilkan oleh BIG. Selain itu, juga ada peningkatan kompetensi SDM pengguna IG yang kemudian secara sistematis dapat memberikan kontribusi dalam percepatan implementasi pembangunan nasional.

Sebagai informasi, Bimtek Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial Dasar untuk Perencanaan Pembangunan ini diikuti 75 peserta secara daring dan luring. Seluruh peserta adalah perwakilan dari 34 kabupaten/kota di region Sumatera.

Narasumber lain yang turut menyampaikan materi, di antaranya dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN); Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasiona/ (PPN/Bappenas); serta Pemprov Sumatera Utara. Materi yang disampaikan terkait peningkatan kapasitas SDM dalam aspek geospasial, kebutuhan peta untuk penyusunan rencana tata ruang, dan pemanfaatan IG dalam perencanaan pembangunan. (AR/NIN)

super_admin pada 23 September 2022
Perkuat SDM Kota Payakumbuh, BIG Gelar Bimtek Pengelolaan Data Geospasial

Payakumbuh, Berita Geospasial – Data dan Informasi Geospasial (IG) berperan penting dalam implementasi kebijakan pembangunan secara efektif dan efesien. Pemanfaatan data dan informasi geospasial dalam perencanaan pembangunan akan mengoptimalkan sumber daya yang terbatas serta lebih tepat sasaran. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan data dan IG adalah sumber daya manusia (SDM). Saat ini, SDM di bidang IG masih sangat terbatas sehingga pemahaman dan pengaplikasian untuk pembangunan masih sulit untuk diterapkan menyeluruh.

Menindaklanjuti hal tersebut, Badan Informasi Geospasial (BIG) melaksanakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) pengelolaan data dan informasi geospasial kepada perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemerintah Kota Payakumbuh. Bimtek dilaksanakan dalam rangka penguatan kapasitas sumberdaya manusia simpul Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).Diharapkan seluruh OPD berkontribusi dalam perencanaan tersebut dengan memberikan data yang valid melalui simpul jaringan.

“Walikota Payakumbuh berkomitmen membangun simpul jaringan di Kota Payakumbuh dengan hadir langsung di BIG bulan Juni lalu. Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan tersebut,” ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Payakumbuh Yasrizal dalam sambutannya di Payakumbuh pada Rabu, 7 September 2022.

Sementara itu, Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan IG (PSKIG) Sumaryono mengapresiasi kinerja simpul jaringan Kota Payakumbuh yang sudah menjadi ‘hijau’atau optimal hanya dalam waktu 2 bulan.

“Strategi percepatan pengembangan simpul jaringan adalah penguatan 5 pilar JIGN. Salah satunya adalah SDM. SDM yang baik akan menghasilkan data yang bagus dan berkelanjutan,”jelas Sumaryono.

Tim dari PSKIG dan Pusat Pengelolaan dan Penyebarluasan IG (PPIG) memberikan materi teknis penyusunan data geospasial dan teknis mengunggah data geospasial ke dalam geoportal Kota Payakumbuh. Kegiatan bimtek diikuti oleh seluruh perwakilan OPD yang ditunjuk sebagai tim teknis pengelola data IG di Kota Payakumbuh. (LNR /MN)

super_admin pada 23 September 2022
Rapat Koordinasi JIGD se-Kaltim untuk Dukung SDI

Tanjung Redep, Berita Geospasial – Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara menjadikan integrasi data spasial dan data nonspasial menjadi sangat strategis. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Muh Aris Marfai saat membuka Rapat Koordinasi Jaringan Informasi Geospasial Daerah Kabupaten/Kota se-Kalimantan Timur pada Kamis, 28 Juli 2022.

Menurut Aris, pengembangan sistem Informasi Geospasial (IG) di Kalimantan Timur menjadi semakin penting sejalan dengan pembangunan IKN. “Kita perlu dorong data spasial yang presisi, yang bagus, yang dapat dioperasikan untuk mendukung seluruh sektor pengembangan di IKN,” ujarnya saat berada di Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Berau, Kalimantan Timur.

Rapat Koordinasi Jaringan Informasi Geospasial Daerah diadakan untuk meningkatkan peran pemerintah daerah dalam pembngunan simpul jaringan. Selain itu, juga sebagai penilaian awal terkait kondisi simpul jaringan daerah.

“Penilaian simpul jaringan meliputi lima pilar, yakni peraturan dan kebijakan; kelembagaan; sumber daya manusia; teknologi; standar data dan informasi geospasial,” terang Kepala Pusat Standardisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial Sumaryono.

Pada kesempatan ini, lanjut Sumaryono, perwakilan daerah yang hadir dapat menyampikan permasalahan maupun hambatan terkait pembangunan simpul jaringan daerah masing-masing. Sehingga bisa dicari solusinya bersama-sama.

Saat ini, tersisa dua kabupaten/kota di Kalimantan Timur yang belum terintegrasi dalam Jaringan Informasi Geospasial Daerah (JIGD). Dua daerah yang dimaksud, yaitu Kabupaten Paser dan Kutai Barat.

“Salah satu faktor penting dalam pengembangan ibu kota adalah ketersediaan data. Data itu mahal, kita harus membayar lebih mahal jika membangun tanpa data,” tegas Sumaryono.

Berdasarkan alasan di atas, Sumaryono berharap Kabupaten Paser dan Kutai Barat segera membangun JIGD. Data dalam JIGD nantinya diintegrasikan dengan data statistik dan keuangan yang sedang diupayakan bersama sebagai program Satu Data Indonesia (SDI).

Sumaryono menegaskan, dukungan pemerintah daerah untuk meningkatkan operasionalisasi fungsi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) simpul jaringan sangat penting. Hal ini perlu untuk mengintegrasikan dan mensinkronisasikan Informasi Geospasial Tematik (IGT), serta menyelesaikan berbagai permasalahan dan konflik tata ruang.

“Peraturan dan kebijakan punsangat penting dalam mewujudkan penguatan simpul jaringan daerah. Koordinasi antara para pemangku kepentingan, akademisi, swasta, dan mitra pemerintah harus berjalan sinergis. Agar berbagi pakai data spasial lewat simpul jaringan dapat dilaksanakan secara optimal,” tutupnya. (AMA/NIN)

super_admin pada 23 September 2022
Bhumandala Award 2020: Menuju Informasi Geospasial Mutakhir Dan Terpercaya

Jakarta, Berita Geospasial - Badan Informasi Geospasial pada tahun ini kembali memberikan penghargaan kepada para penggiat inovasi bidang Informasi Geospasial tahun 2020.

Pemberian penghargaan ini juga bertepatan dengan Peringatan Hari Informasi Geospasial ke-51. Penghargaan ini diberikan BIG sebagai bentuk implementasi Perpres 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional (JIGN).

Kepala Pusat Standarisasi dan Kelembagaan Informasi Geospasial BIG Sumaryono mengatakan Bhumandala award ini sebagai penghargaan terhadap upaya membangun simpul jaringan informasi geospasial kepada Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah yang dinilai terbaik dalam upayanya mempersiapkan diri dan membangun simpul jaringan.

“Sebagai pembina informasi geospasial, BIG memberikan penghargaan kepada para penggiat inovasi bidang Informasi Geospasial,” ujar Sumaryono di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

“penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi bagi kementerian / lembaga, pemerintah daerah, serta seluruh aspek masyarakat dalam pemanfaatan penggunaaan Informasi Geospasial, yang memberi dampak yang besar dan positif bagi khalayak,” tambah Sumaryono.

Kegiatan penilaian kinerja simpul jaringan merupakan hal yang sangat penting. Penilaian kinerja Simpul Jaringan dilakukan dengan melihat pembangunan 5 (lima) elemen Infrastruktur Informasi Geospasial (IIG) yaitu Kebijakan, Kelembagaan, Teknologi, Standar dan Sumberdaya Manusia.

Data geospasial, selain digunakan dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah, digunakan untuk analisis alih fungsi penggunaan lahan, juga memetakan kawasan wisata, kawasan pusat pertumbuhan, kawasan metropolitan, dan kawasan rawan bencana.

Penghargaan dibagi menjadi lima kategori, yaitu penghargaan tingkat K/L, pemda tingkat provinsi, pemda tingkat kabupaten, pemda tingkat kota, dan kategori tambahan (khusus). Berikut penjelasan untuk masing-masing kategori:

1. Kementerian/Lembaga

Penghargaan diberikan kepada enam K/L yang berhasil menerapkan lima elemen JIGN dalam pengembangan simpul jaringan.

2. Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi

Penghargaan diberikan kepada enam Pemerintah Provinsi yang berhasil menerapkan lima elemen JIGN dalam pengembangan simpul jaringan.

3. Pemerintah Daerah Tingkat Kabupaten

Penghargaan diberikan kepada enam Pemerintah Kabupaten yang berhasil menerapkan lima elemen JIGN dalam pengembangan simpul jaringan.

4. Pemerintah Daerah Tingkat Kota

Penghargaan diberikan kepada empat Pemerintah Kota yang berhasil menerapkan lima elemen JIGN dalam pengembangan simpul jaringan.

5. Kategori Tambahan (Khusus)

• Geoportal Terbaik

Penghargaan diberikan kepada K/L serta Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berhasil mengembangkan Geoportal dengan tampilan menarik, kecepatan tinggi, dan konten data lengkap.

• Pemanfaatan Simpul Jaringan Terbaik

Penghargaan diberikan kepada K/L serta Pemerintah Daerah Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota yang berhasil mengoptimalkan peran Geoportalnya dalam mekanisme berbagi pakai data spasial baik dalam lingkungan internal maupun ekternal. Penilaian juga dilakukan berdasarkan konten data serta kelengkapan data lainnya (kelengkapan atribut, metadata, dan kesesuaian dengan Katalog Unsur Geografi Indonesia).

Pemenang Simpul Jaringan Terbaik, Geoportal Terbaik, dan Pemanfaatan Simpul Jaringan Terbaik adalah sebagai berikut:

  • Simpul Jaringan Terbaik
    • Kategori Kementerian/Lembaga

Peringkat

Kementerian/Lembaga

Bhumandala Kanaka

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Bhumandala Rajata

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

Bhumandala Ariti

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN)

    • Kategori Provinsi

Peringkat

Provinsi

Bhumandala Kanaka

Provinsi DKI Jakarta

Provinsi Sumatera Selatan

Provinsi DI Yogyakarta

Bhumandala Rajata

Provinsi Jawa Barat

Provinsi Kalimantan Timur

Bhumandala Ariti

Provinsi Kalimantan Selatan

    • Kategori Kota

Peringkat

Kota

Bhumandala Kanaka

Kota Manado

Bhumandala Rajata

Kota Yogyakarta

Bhumandala Ariti

Kota Palembang

Kota Bontang

    • Kategori Kabupaten

Peringkat

Kabupaten

Bhumandala Kanaka

Kabupaten Sleman

Bhumandala Rajata

Kabupaten Bantul

Kabupaten Banyuasin

Kabupaten Musi Banyuasin

Kabupaten Sragen

Bhumandala Ariti

Kabupaten Kutai Kartanegara

  • Bhumandala Kencana Geoportal Terbaik Tahun 2020

No.

Kategori

Simpul Jaringan

1

Kementerian/Lembaga

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)

2

Provinsi

Provinsi DKI Jakarta

3

Kota

Kota Yogyakarta

4

Kabupaten

Kabupaten Bantul

  • Bhumandala Kencana Pemanfaatan Simpul Jaringan Terbaik Tahun 2020

No.

Kategori

Simpul Jaringan

1

Kementerian/Lembaga

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR)

2

Provinsi

Provinsi Sumatera Selatan

3

Kota

Kota Manado

4

Kabupaten

Kabupaten Sleman

Selamat dan apresisi setinggi–tingginya kepada seluruh K/L maupun pemda atas antusisme dan semangat yang tak pernah padam agar penyelenggaraan Informasi Geospasial yang mutakhir, handal, dan dapat dipertanggungjawabkan bisa tercapai.

super_admin pada 23 September 2022
Penghargaan Bhumandala – Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial 2021

Badan Informasi Geospasial (BIG) kembali memberikan Penghargaan Bhumandala – Inovasi Pemanfaatan Informasi Geospasial 2021. Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah (pemda) yang berhasil mengembangkan inovasi pemanfaatan Informasi Geospasial dalam tata kelola pemerintahannya, sehingga berdampak pada produktivitas maupun efektivitas kinerja lembaga.

super_admin pada 11 November 2021
Penghargaan Bhumandala 2021 – Inovasi Pemanfaatan lnformasi Geospasial (Perubahan Jadwal)

Batas waktu penerimaan dokumen Penghargaan Bhumandala : Inovasi Pemanfaatan IG diperpanjang hingga tanggal 7 September 2021. Bagi peserta yang sudah mengumpulkan dokumen, juga diperkenankan untuk melakukan perbaikan jika ada dan mensubmit ulang dokumennya ke email inovasi_pemanfaatanig@big.go.id

Penghargaan Bhumandala 2021 – Inovasi Pemanfaatan lnformasi Geospasial dilaksanakan dalam rangka memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang telah berhasil mengembangkan dan menerapkan inovasi pemanfaatan Informasi Geospasial.
info lebih lengkap kunjungi https://s.id/Bhumandala

super_admin pada 02 September 2021
Penghargaan Bhumandala 2021 – Inovasi Pemanfaatan lnformasi Geospasial

Penghargaan Bhumandala 2021 – Inovasi Pemanfaatan lnformasi Geospasial dilaksanakan dalam rangka memberikan apresiasi dan penghargaan kepada Pemerintah Daerah yang telah berhasil mengembangkan dan menerapkan inovasi pemanfaatan Informasi Geospasial.
info lebih lengkap kunjungi https://s.id/Bhumandala

super_admin pada 19 July 2021